Selain itu? Praktis tak ada lagi. Lagu-lagu mereka sebelumnya mungkin bisa ditelusuri influensnya. Entah Queen, TOTO, CASIOPEA, atau hard rock 80-90'an yang dikombinasikan dengan personal taste masing-masing. Sementara "Kirana" ini cukup antik. Progresi kord-nya saja sudah khayal, lihat saja bagian "Manis seperti mereka". Brengsek! Kesannya memang main circle of fifth (plus relative minor-nya), tapi kok bisa kepikiran ya?
Lusuh lalu tercipta mendekap diriku
Am F G Bb
Hanya usung sahaja kudamba kirana
Am F G Bb
Ratapan mulai usang, nur yang kumohon
Bb Eb Gm Bb
Ku ingin rasakan cinta
Dm F C Am G Em
Tulus seperti mereka
Kembali ke "Kirana". Para personel bukannya tidak menyadari potensi "tidak-hits-nya" tunggal jagoan ini. Di tengah proses, Aksan bilang ke Dhani, "Dhan, gimana kalo habis bridge (Semakin jauh ku melangkah…) ini kita modulasi? Biar gak monoton." Saran itu diterima. Aransemennya fix & siap dibungkus.
Namun di proses mixing, Dhani merasa ada yang kurang. Pernyataan itu lalu diamini oleh personel lain. Tak butuh waktu lama baginya untuk menemukan keping puzzle yang hilang itu: Solo gitar.
Andrapun segera mengkompose isian yang diminta. Tak seperti yang sudah-sudah, ia memainkannya tanpa distorsi; sound clean plus sedikit delay.
Isian singkat tersebut, yang dimainkan di strato berkarat & serba mendadak itu, kini dirayakan sebagai satu yang terbaik di seantero jagad.